Industri musik Indonesia yang sekarang ini membuat Bondan Prakoso prihatin. Ia pun tak mau ikut-ikutan menggarap lagu menye-menye yang sanggup bikin cewek mimpi basah.

“Gue ingin ngebuka mata-mata musisi. Genrenya apa sih sekarang? Jangan again and again lagu yang bisa bikin cewek nangis, lagu yang bisa bikin cewek mimpi basah gitu. It’s kind of boring,” ujar Bondan kepada detikhot baru-baru ini.

Kendati jadi keprihatinannya, Bondan mengaku tak ingin membatasi karya orang lain. “Sah-sah aja kok, mungkin memang soul mereka di situ,” jelas Bondan.

Namun Bondan berharap band-band baru yang akan tumbuh tidak melulu menyuguhkan lagu menye-menye. Menurutnya banyak musik yang bisa dikembangkan.

Bukan hanya itu, rupanya Bondan juga sangat peduli dengan kesenian Indonesia yang belakangan ini sering diaku-aku negara lain. Dalam tiap pertunjukannya, Bondan pun terus menyerukan simpatinya akan hal tersebut.

“Musik itu udah jadi darah gue, nafas gue, udara yang gue hirup. Kalau ada kasus yang nyerempet ke kehidupan gue, gue nggak akan diam. Otomatis jiwa gue akan terganggu, nggak bisa diam. At least gue say something,” tutur Bondan. (yla/yla)

Jumat, 14/12/2007

About Kn Eights

Setiap rintik hujan turun yang makin deras elokkan hari dengan paras mendung selaras, air membasuh keras lunturkan amarah, guyuran basah buatku menunduk pasrah, pada alam yang hendak beri kesejukan hawa dingin menusuk ke raga kurasakan tak ingin berhenti ingin selalu begini enggan jauh kupergi harap terus disini entah hujan kali ini memberi kesan lain guyuran airnya buatku riang bermain, lama tak kurasa damai seperti sekarang derasnya lunturkan hatiku yang sedang berang, dalam jiwa galau perang bisa meredah hawa sejuk hilangkan gelisah melanda seolah berikan tanda untukku meresapi butiran air mampu matikan lalapan api Gelegar petir kadang sedikit ganggu nikmati basahmu kadangku meragu, harus tunggu hingga amuknya mereda memang dalam suka ada sadar sebagai jeda layak mentari siang tertutup gumpal awan hangat hilang dengan dingin ku berkawan begitu menawan saat terik kau redakan jutaan dahaga bisa kau senangkan, tandus tanah menjadi ladang subur saat kau jatuh dibumi anugerah terhambur keras menjadi gembur selamatkan bumi alam menjadi hijau bunga bisa bersemi, hujan datang hujan pergi esok datang lagi tak terduga siang malam dan seawal pagi cuma berdebar saat mendung beri salam ingin lagi kumelihat hujan turun cumbui alam. . . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s