Album kedua Bondan Prakoso telah dirilis. Masih menggaet rapper Fade 2 Black, kali ini Bondan mengaku lebih intim. Tanpa konsep dan sang bassis mulai menyanyikan tembang Jawa.

“Konsepnya ada. Konsepnya adalah nggak ada konsep,” ujar Bondan ketika berbincang dengan detikhot di Hard Rock Cafe, Jl. M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2007) malam.

Di album bertajuk ‘Unity’ ini Bondan memang lebih intim. Kembali bersama Fade 2 Black, Bondan merasakan nuansa kekeluargaan yang kental. Begitu juga dalam berkarya, Bondan dan Fade 2 Black lebih saling mengisi.

“Gue sama Fade 2 Black semakin intim. Jadi gue ngerasa kolaborasi semakin matang, semakin solid. Dulu pertama masih pdkt sekarang udah jadian,” jelas Bondan.

Menurut pelantun tembang ‘Bunga’ itu di album keduanya, Bondan lebih banyak melakukan eksplorasi bermusik. Dari bermain gitar akustik, piano, sequenzer, menambahkan looping hingga menyanyikan tembang Jawa alias nembang di lagu ‘Keroncong Protol’ yang jadi hits singelnya.

“Gue lahir di tanah Jawa dan gue Jawa banget. Nyokap gue dulu penyanyi keroncong, tiap pagi muter keroncong. Tiap ada hajatan tuh om-om gue main keroncong, Dari situ gue pikir ini jati diri gue yang gue nggak bisa hilangin, dan gue pengen banget bikin,” tutur Bondan ramah.

Hasilnya tak mengecewakan. Kedepannya Bondan terus akan berpromosi menyebarluaskan info bahwa Bondan masih bersama Fade 2 Black. Mereka menggarap album kolaborasi dan berduet.
(yla/yla)

Kamis, 13/12/2007

About Kn Eights

Setiap rintik hujan turun yang makin deras elokkan hari dengan paras mendung selaras, air membasuh keras lunturkan amarah, guyuran basah buatku menunduk pasrah, pada alam yang hendak beri kesejukan hawa dingin menusuk ke raga kurasakan tak ingin berhenti ingin selalu begini enggan jauh kupergi harap terus disini entah hujan kali ini memberi kesan lain guyuran airnya buatku riang bermain, lama tak kurasa damai seperti sekarang derasnya lunturkan hatiku yang sedang berang, dalam jiwa galau perang bisa meredah hawa sejuk hilangkan gelisah melanda seolah berikan tanda untukku meresapi butiran air mampu matikan lalapan api Gelegar petir kadang sedikit ganggu nikmati basahmu kadangku meragu, harus tunggu hingga amuknya mereda memang dalam suka ada sadar sebagai jeda layak mentari siang tertutup gumpal awan hangat hilang dengan dingin ku berkawan begitu menawan saat terik kau redakan jutaan dahaga bisa kau senangkan, tandus tanah menjadi ladang subur saat kau jatuh dibumi anugerah terhambur keras menjadi gembur selamatkan bumi alam menjadi hijau bunga bisa bersemi, hujan datang hujan pergi esok datang lagi tak terduga siang malam dan seawal pagi cuma berdebar saat mendung beri salam ingin lagi kumelihat hujan turun cumbui alam. . . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s