Nama Bondan Prakoso mulai dikenal di dunia musik sejak ia masih cilik. Meskipun karya-karyanya cukup berhasil Bondan hingga kini mengaku kurang suka dengan kata popularitas.

Bondan mulai dikenal ketika lagu ‘Si Lumba-lumba’ melejit sekitar tahun 90-an. Ketika beranjak dewasa, Bondan mulai tertarik dengan alat musik bass dan membentuk band Funky Kopral. Tahun 1999, Funky Kopral merilis album perdana. Sekitar tahun 2004, Bondan memutuskan hengkang dan bersolo karir. Ia kemudian bertemu dengan kelompok rapper asal Bogor bernama Fade 2 Black.

Bondan dan Fade 2 Black pun telah meneluarkan tiga album bersama. Dari perjalanan panjang Bondan, tidak sedikit lagu-lagunya cukup sukses. Wajar jika Bondan pun terkenal.

“Gue sebenarnya kurang suka dengan kata-kata popularitas. Tapi gue lebih suka berkarya jujur apa adanya. Gue ngeflow aja,” ujar Bondan yang ditemui ketika menggarap video klip ‘Kita Selamanya’ di SMP 124, Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2010).

Setelah memilih lagu ‘Ya Sudahlah’ dari album ‘For All’ (2010). Kini ia mengambil lagu ‘Kita Selamanya’ sebagai single kedua. Lagu tersebut berkisah tentang masa-masa di SMU.

Video klip tersebut digarap sutradara Anton Ismail dengan bintang tiga orang remaja perempuan menjalani masa SMU. Lagu tersebut bertema persahabatan dan dibalut iringan gitar akustik. Akankah lagu tersebut bisa menyaingi ‘Ya Sudahlah’?

“Kita nggak pernah menargetkan untuk sukses tapi kita berusaha untuk tetap berkarya, yang penting kita memberikan spirit positif,” jelasnya.
(yla/yla)

Rabu, 15/09/2010

About Kn Eights

Setiap rintik hujan turun yang makin deras elokkan hari dengan paras mendung selaras, air membasuh keras lunturkan amarah, guyuran basah buatku menunduk pasrah, pada alam yang hendak beri kesejukan hawa dingin menusuk ke raga kurasakan tak ingin berhenti ingin selalu begini enggan jauh kupergi harap terus disini entah hujan kali ini memberi kesan lain guyuran airnya buatku riang bermain, lama tak kurasa damai seperti sekarang derasnya lunturkan hatiku yang sedang berang, dalam jiwa galau perang bisa meredah hawa sejuk hilangkan gelisah melanda seolah berikan tanda untukku meresapi butiran air mampu matikan lalapan api Gelegar petir kadang sedikit ganggu nikmati basahmu kadangku meragu, harus tunggu hingga amuknya mereda memang dalam suka ada sadar sebagai jeda layak mentari siang tertutup gumpal awan hangat hilang dengan dingin ku berkawan begitu menawan saat terik kau redakan jutaan dahaga bisa kau senangkan, tandus tanah menjadi ladang subur saat kau jatuh dibumi anugerah terhambur keras menjadi gembur selamatkan bumi alam menjadi hijau bunga bisa bersemi, hujan datang hujan pergi esok datang lagi tak terduga siang malam dan seawal pagi cuma berdebar saat mendung beri salam ingin lagi kumelihat hujan turun cumbui alam. . . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s