Penyanyi Bondan Prakoso mengaku tidak memiliki akun facebook atau twitter, bahkan mengaku sebagai pengguna BlackBerry pasif. Selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaan dan keluarga, sehingga tidak begitu familiar dengan jejaring fasilitas sosial. Kalau pun ada, hasil kreasi penggemarnya.

“Kami nggak punya karena terus terang kami suka direct comunication. Saya orangnya nggak sadar handphone. Kayaknya sibuk banget, saya punya anak dan keluarga, kalau disibukkan kayak gitu. Yang pasti nggak mau bikin kecewa. Kalau account bersama itu dari fans ajah,” ungkap Bondan Prakoso didampingi personel Fade2Black di acara Seputar Indonesia Award, di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/05/2011).

Hal ini sekaligus membantah dan menanggapi laporan Eeng Yuan Santoso (40), seorang fotografer Bali yang melaporkannya, karena tersinggung status akun facebooknya yang menghina. Eeng tersinggung dan terhina karena dianggap telah dibayar oleh Akasaka Karaoke Bar & Music Club, pihak yang juga melaporkan Bondan dalam yang kasus lain.

Menurut pelapor, akun twitter tersebut tertulis, “Seharusnya Fotografer tau etika juga, kalo orang nolak yang seharusnya berhenti, a*****g, Bukannya ngebuat secure tapi malah ikut membujuk foto bareng dan Bondan F28 lo dibayar sama tuh orang? F**k Y**”.

Bondan sendiri menganggap kasusnya itu terlalu lebay dan tidak perlu ditanggapi. Justru dirinya siap melaporkan balik pihak Akasaka Karaoke Bar & Music Club, jika laporan itu tidak segera dicabut, dalam waktu satu minggu.

About Kn Eights

Setiap rintik hujan turun yang makin deras elokkan hari dengan paras mendung selaras, air membasuh keras lunturkan amarah, guyuran basah buatku menunduk pasrah, pada alam yang hendak beri kesejukan hawa dingin menusuk ke raga kurasakan tak ingin berhenti ingin selalu begini enggan jauh kupergi harap terus disini entah hujan kali ini memberi kesan lain guyuran airnya buatku riang bermain, lama tak kurasa damai seperti sekarang derasnya lunturkan hatiku yang sedang berang, dalam jiwa galau perang bisa meredah hawa sejuk hilangkan gelisah melanda seolah berikan tanda untukku meresapi butiran air mampu matikan lalapan api Gelegar petir kadang sedikit ganggu nikmati basahmu kadangku meragu, harus tunggu hingga amuknya mereda memang dalam suka ada sadar sebagai jeda layak mentari siang tertutup gumpal awan hangat hilang dengan dingin ku berkawan begitu menawan saat terik kau redakan jutaan dahaga bisa kau senangkan, tandus tanah menjadi ladang subur saat kau jatuh dibumi anugerah terhambur keras menjadi gembur selamatkan bumi alam menjadi hijau bunga bisa bersemi, hujan datang hujan pergi esok datang lagi tak terduga siang malam dan seawal pagi cuma berdebar saat mendung beri salam ingin lagi kumelihat hujan turun cumbui alam. . . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s