Nama Gesang akan teringat sepanjang masa. Almarhum pencipta lagu Bengawan Solo itu dianggap begitu berjasa terhadap perkembangan musik Indonesia di mata dunia, khususnya musik keroncong. Sayangnya, tak banyak generasi muda yang ikut melestarikan ‘warisan’ Gesang. Namun, di antara mereka yang peduli adalah Bondan Prakoso dan Fade2Black.

Contohnya saja di lagu mereka berjudul Keroncong Protol. Mereka membubuhkan unsur keroncong di samping hip hop dan rap yang disukai anak muda masa kini. Dan kini, Bondan dan Fade2Black kembali berkarya menghidupkan masa kejayaan Gesang lewat album terbaru mereka bertajuk FOR ALL.

“Kita terpikir untuk melestarikan musik keroncong. Dulu pernah ke tempat almarhum Gesang, beliau pernah bilang, ‘Apapun karya kalian generasi muda, baik keroncong atau yang lain, nggak apa-apa bentuknya seperti apa, asal keroncong nggak mati’,” ungkap Bondan.

Selain berisi berbagai macam genre yang terangkum lewat 11 lagu, Bondan dan Fade2Black yang ditemui di Bentara Budaya, Jakarta, Rabu (16/6), memilih momen ini untuk mempersembahkan penghormatan kepada almarhum Gesang. Berkolaborasi dengan kelompok Keroncong Tugu membawakan Keroncong Protol dan Bengawan Solo.

“Ya, sangkut paut dengan Gesang itu beliau adalah panutan. Kalau secara pribadi, beliau sosok pahlawan yang rendah hati sampai saat ini karena bisa membawa musik Indonesia ke mancanegara,” tutur mantan penyanyi cilik ini.

About Kn Eights

Setiap rintik hujan turun yang makin deras elokkan hari dengan paras mendung selaras, air membasuh keras lunturkan amarah, guyuran basah buatku menunduk pasrah, pada alam yang hendak beri kesejukan hawa dingin menusuk ke raga kurasakan tak ingin berhenti ingin selalu begini enggan jauh kupergi harap terus disini entah hujan kali ini memberi kesan lain guyuran airnya buatku riang bermain, lama tak kurasa damai seperti sekarang derasnya lunturkan hatiku yang sedang berang, dalam jiwa galau perang bisa meredah hawa sejuk hilangkan gelisah melanda seolah berikan tanda untukku meresapi butiran air mampu matikan lalapan api Gelegar petir kadang sedikit ganggu nikmati basahmu kadangku meragu, harus tunggu hingga amuknya mereda memang dalam suka ada sadar sebagai jeda layak mentari siang tertutup gumpal awan hangat hilang dengan dingin ku berkawan begitu menawan saat terik kau redakan jutaan dahaga bisa kau senangkan, tandus tanah menjadi ladang subur saat kau jatuh dibumi anugerah terhambur keras menjadi gembur selamatkan bumi alam menjadi hijau bunga bisa bersemi, hujan datang hujan pergi esok datang lagi tak terduga siang malam dan seawal pagi cuma berdebar saat mendung beri salam ingin lagi kumelihat hujan turun cumbui alam. . . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s