Bondan Prakoso kembali berkolaborasi dengan Fade2Black. Setelah sukses dengan beberapa lagu mereka, kali ini mereka siap meluncurkan album ketiga. Istimewanya, mereka adalah satu di antara sekian musisi yang masih peduli dengan nilai musik Nusantara yang kebanyakan didominasi genre melayu pada saat ini.

Bondan featuring Fade2Black lantas memilih Bentara Budaya untuk merilis album terbaru berjudul FOR ALL. Mereka juga mempersembahkan momen tersebut untuk menghormati almarhum Gesang. Pilihan berkolaborasi pun jatuh ke kelompok Keroncong Tugu membawakan Keroncong Protol dan Bengawan Solo. Walaupun hujan turun, para Rezpector – nama fans mereka, tetap setia memberikan dukungan.

[Info untuk Anda: “Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com”]

“Kita launching album ketiga, sesuai dengan judulnya FOR ALL, dari 11 lagu genrenya beda-beda, tema kita mengangkat musik-musik era dulu, di mana di tahunnya pernah tenar seperti punk melodik tahun 1970-an,” terang Bondan di Bentara Budaya, Jakarta, Rabu (16/6).

Disinggung mengenai multi genre yang dimaksud, mantan penyanyi cilik ini tidak yakin untuk menjelaskannya. “Saya basic-nya punk rock, tapi di sini saya sebagai penyanyi, pencipta lagu juga. Di sini bukan hanya punk, keroncong, hip hop, banyak unsur di album gue ini,” katanya yang juga melibatkan sang ayah, Sisco Barata yang bertugas mengisi trombone di beberapa lagu.

FOR ALL sendiri diakui Bondan merupakan tema yang paling penting saat ini. Simple, tapi mengandung arti yang dalam. “Saat FOR ALL dipilih, terdengar mudah tapi saat prosesnya sangat sulit. Kita meng-combine segala genre, maksudnya rap bisa ditaruh di mana saja,” terangnya.

Pun begitu, tidak ada kesulitan bagi Bondan dan ketiga personel Fade2Black yang digawangi Tito, Ari, dan Eza ini. “Tidak semua genre ya, karena banyak banget di dunia, jadi hanya beberapa saja. Kesulitannya menemukan nafas di setiap musiknya, kaya komposisi seperti apa, ya agak sedikit kelabakan lah,” pungkas pelantun Ya Sudahlah ini.

About Kn Eights

Setiap rintik hujan turun yang makin deras elokkan hari dengan paras mendung selaras, air membasuh keras lunturkan amarah, guyuran basah buatku menunduk pasrah, pada alam yang hendak beri kesejukan hawa dingin menusuk ke raga kurasakan tak ingin berhenti ingin selalu begini enggan jauh kupergi harap terus disini entah hujan kali ini memberi kesan lain guyuran airnya buatku riang bermain, lama tak kurasa damai seperti sekarang derasnya lunturkan hatiku yang sedang berang, dalam jiwa galau perang bisa meredah hawa sejuk hilangkan gelisah melanda seolah berikan tanda untukku meresapi butiran air mampu matikan lalapan api Gelegar petir kadang sedikit ganggu nikmati basahmu kadangku meragu, harus tunggu hingga amuknya mereda memang dalam suka ada sadar sebagai jeda layak mentari siang tertutup gumpal awan hangat hilang dengan dingin ku berkawan begitu menawan saat terik kau redakan jutaan dahaga bisa kau senangkan, tandus tanah menjadi ladang subur saat kau jatuh dibumi anugerah terhambur keras menjadi gembur selamatkan bumi alam menjadi hijau bunga bisa bersemi, hujan datang hujan pergi esok datang lagi tak terduga siang malam dan seawal pagi cuma berdebar saat mendung beri salam ingin lagi kumelihat hujan turun cumbui alam. . . . . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s